Penguraian dan Pendeskripsian Film Apocalypto dan PK


  Nama            : Isna Hany Nizam Kholilah
 NIM               : 2018015395

Penguraian dan Pendeskripsian Film Apocalypto (Jaguar Paw)

Kesan pertama saya ketika menonton film ini yaitu aneh dan menyeramkan, saya berfikir apakah film ini bagus. Karena awal mulainya film ini saja terlihat dengan bagaimana cara memperoleh hewan buruan yakni babi dengan cara yang mengerikan walaupun dapat dikatakan cerdik pula karena adanya strategi dan perangkap yang telah dipersiapkan. Terlebih di film ini menceritakan kehidupan masyarakat suku pedalaman yang masih primitif dan masih adanya kepercayaan yang tinggi terhadap suatu hal. Di film ini terlihat pula adegan bunuh membunuh yang dilakukan secara sadis yang dilakukan oleh satu suku kepada suku lainnya.
Menurut saya, mungkin film ini akan banyak diminati oleh orang yang menyukai genre film thriller karena terdapat banyak adegan yang menegangkan didalamnya.  Film ini berjudul Apocalypto yang memiliki tokoh utama yang bernama Jaguar Paw. Dalam film ini menceritakan mengenai perjuangan Jaguar Paw untuk membebaskan diri dari tawanan yang digambarkan dengan adegan yang menegangkan mulai dari ia ditali di tongkat bersamaan, temannya yang meninggal dalam perjalanan dan hampir masuk jurang, dijadikan tumbal bagi dewa matahari, berhasil melarikan diri namun terkena anak panah, dikejar-kejar oleh suku maya lain, ia dapat bersembunyi disebuah pohon yang ternyata terdapat seekor anak jaguar dan induk jaguar, terjun bebas di air terjun, dan masuk kedalam lumpur hidup. Itu semua ia lakukan agar dapat menolong anak dan istrinya yang sedang hamil. Mereka terperangkap di dalam sebuah lubang yang mereka masuki saat suku lain datang menyerang tempat tinggal mereka.

Unsur-unsur kebudayaan juga terdapat dalam film Apocalypto ini yaitu adanya unsur:
1.      Bahasa
Dalam film ini sudah adanya bahasa yang digunakan, ini menunjukkan sudah adanya alat untuk berkomunikasi. Mereka tidak lagi menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi sehari-hari. Mereka berbicara dengan banyak bahasa, namun bahasa-bahasa mereka saling berhubungan. Tetapi, dalam film Apocalypto ini bahasa yang digunakannya adalah bahasa suku maya pada jaman dahulu.
2.      Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan disini sudah memiliki strategi dalam perlawanan mengalahkan musuh dengan adanya berbagai taktik untuk membunuh lawannya. Selain itu, sudah adanya sistem pengobatan dengan memanfaatkan alam dan hewan-hewan. Hal ini terlihat saat kaki anak Jaguar yang terluka karena terkena batu yang terjatuh dari atas lubang, sang istri mengobatinya dengan semut-semut yang ada disana agar luka tersebut cepat tertutup dan pulih kembali. Sistem pengetahuan disini juga sudah adanya keterampilan dalam pembentukan bagunan piramida  yang memiliki pondasi yang baik dengan menggunakan batu kapur dan batu-batu lainnya yang dibakar. Sudah adanya pula kemampuan untuk membuat pewarna. Ini terlihat dari orang-orang yang memberikan warna biru disekujur tubuh bagi para tawanan yang akan dijadikan tumbal dewa matahari.
3.      Organisasi sosial
Di dalam film ini penggambaran suku ada 2 yakni suku yang modern dan suku yang masih tradisional. Suku modern ini sudah adanya susunan yang diberikan kepada dewa matahari yaitu berupa tumbal. Dengan melalui susunan organisasi sosial yang terdiri dari raja, dukun, prajurit bagian yang menjual para tawanan atau budak, serta rakyat. Di suku modern ini mereka sudah mengenal perdagangan yang pesat dilihat dari adanya berbagai kerajinan dan makanan yang sudah dijual dengan menggunakan logam sebagai alat jual beli. Sedangkan suku pedalaman mereka masih menggantungkan hidupnya dari alam. Segala sesuatunya dapat diperoleh, suku ini dipimpin oleh seorang kepala suku dan memiliki rakyatnya. Di suku yang masih tradisional ini masih menggunakan barter terlihat dari suku satu memberikan ikan da suku Jaguar yang memberikan daging babi untuk alat tukar menukar barangnya.
4.      Sistem peralatan hidup dan teknologi
Maksud teknologi disini adalah benda-benda atau alat yang digunakan pada masa lampau meskipun sifatnya masih sederhana. Film Apocalypto ini terdapat unsur budaya yakni adanya senjata yang digunakan yakni dengan adanya tombak, bambu runcing, dan senjata yang terbuat dari tulang hewan ataupun gigi hewan-hewan. Rumah mereka juga terbuat  dari kayu dengan atap daun daun. Tempat menyimpan air mereka yakni ada batang pohon yang dihilangkan isinya sebagai wadah air, dan adapula lubang didekat tempat mereka tinggal yang digunakan untuk menampung air hujan. Alat makan dan minum menggunakan batok kelapa dan semua bahan makanan diperoleh dari alam semua. pakaian yang digunakan pun hanya berupa kain penutup sedikit untuk menutupi alat kelamin mereka dan yang perempuan menggunakan kalung dari biji-bijian untuk menutupi payudara mereka. Tetapi dalam film tersebut suku yang akan mengorbankan mereka menjadi persembahan terlihat sudah adanya kain disana yang digambarkan dengan orang-orang sudah mulai menggunakan pakaian. Selain itu, adanya penggambaran yang menampilkan saat mereka sedang menenun benang-benang untuk dijadikan kain.
5.      Sistem mata pencaharian hidup
Mata pencaharian suku maya yang diceritakan dalam film ini yakni adanya mata pencaharian berburu binatang hutan dan menangkap ikan. Terlihat dari awal mulainya film ini yakni menceritakan bagaimana cara mereka berburu babi untuk makanan mereka sehari-hari yang menggunakan perangkap agar babi mudah untuk didapatkan. Selain itu, mata pencaharian dengan mencari ikan terlihat dengan adanya pertemuan dengan suku lain saat mereka sedang berburu, suku tersebut memberikan ikan agar dapat melewati daerah tersebut karena sungai disana sangat baik untuk memperoleh ikan.
6.      Sistem religi
Dalam film Apocalypto ini menceritakan tentang suku maya pada jaman dahulu yang percaya dan menganggap matahari sebagai dewa. Upacara persembahan kepada dewa matahari dilaksanakan diatas sebuah piramida raksasa. Mereka sangat memuja bahkan mengagung-agungkan matahari. Hal ini terbukti dari mereka memberikan korban untuk menyenangkan dewa matahari dengan cara mengambil jantung para tawanan dan memengal kepalanya yang kemudian dilempar dari atas pyramid. Lalu mengambil darah yang kepala-kepalanya terpengal untuk dioleskan pada kening bayi-bayi mereka. Badan mereka dibuang begitu saja terlihat dari banyaknya tumpukan badan-badan yang sudah membusuk. Mereka menganggap mayat-mayat itu sebagai persembahan yang suci yang sudah diberkati oleh dewa matahari. Dengan harapan bahwa dewa matahari tetap berbaik hati kepada mereka untuk menghilangkan segala macam penyakit dan memperbaiki panen mereka yang gagal.
7.      Kesenian
Bangsa maya menggambarkan suatu kesenian dalam bentuk gambar-gambar seperti di dalam film ini digambarkan dengan adanya seni merias wajah dan juga mereka menggambarkan kejadian di dinding-dinding yang menceritakan suatu keadaan. Seperti penggambaran adegan yang harus dilalui para tawanan sebelum diserahkan kepada dewa matahari. Selanjutnya kesenian membuat tombak, didalam film ini para pemburu hewan di hutan membawa tombak pastinya adanya cara bagi mereka untuk membuat tombak. Adanya seni memahat batu yang terlihat dari para pekerja yang dipaksa untuk membangun piramida yangakan di jadikan tempat untuk pemujaan dewa matahari. Selain itu, di dalam film ini masyarakat suku maya sudah ada yang modern terlihat dari adanya pengambaran kegiatan merajut benang untuk dijadikan kain (pakaian).

Wujud kebudayaan di dalam film ini ada 3 yaitu sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik yang seluruhnya berkaitan anatara satu sama lain seperti contoh dalam film ini wujud sistem budaya dapat berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang bersifat abstrak (tidak dapat diraba atau disentuh). Film Apocalypto yang diperankan oleh tokoh utama bernama Jaguar Paw ini memiliki wujud sistem budaya ini yaitu adanya ide rencana untuk membuat piramida agar semakin dekat dengan dewa Hal ini diwujudkan dengan asistem social dengan danya kerja paksa untuk membangun piramida jika ada yang lambat akan dicambuk dan yang terakhir yaitu adanya wujud kebudayaan fisik dalam bentuknya yakni sudah terbangunnya piramida sebagai tempat untuk memberikan tumbal kepada dewa matahari.



Penguraian Nilai Budaya dalam Film PK

            Dalam film PK ini terdapat pesan dan moral yang dapat kita petik sebagai pelajaran, film ini mampu membuat orang yang menonton terbawa suasana yang dimainkan oleh para pemerannya. Film yang dikemas dengan sangat apik ini, memiliki latar tempat yang dimainkan sesuai dengan keadaan atau problematika yang ada didalam masyarakat. Di dalam film ini terdapat nilai-nilai kehidupan didalamnya salah satunya nilai budaya masyarakat india. Budaya masyarakat india dapat terlihat dari penggambaran sisi budaya dari film tersebut. Nilai budaya yang ada berasal dari pikiran, akal budi, kepercayaan, kesenian adat istiadat yang sulit dirubah dalam suatu masyarakat. Nilai budaya dapat meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam, dengan manusia, dengan masyarakat, dan dengan dirinya sendiri. Yang dapat dilihat dari uraian sebagai berikut:
1.      Nilai budaya sebagai contoh wujud hubungan manusia dengan tuhan yang dapat terlihat dengan adanya pelaksanaan agama yang dijalankan secara taat. Didalam film digambarkan bahwa mereka meyakini adanya Tuhan. Terlihat dengan adanya bentuk kepatuhan dan rasa takut dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing dengan adanya pengaruh adat istiadat yang ada di masyarakat. Dalam film PK terlihat bahwa setiap orang taat dalam menjalankan tugasnya sebagai umat beragama yang dijalankan sesuai dengan agama dan kepercayaannya msaing-masing dengan didasarkan pada adanya rasa takut untuk masuk neraka.
2.      Hubungan manusia dengan alam dengan adanya rasa syukur bahwa alam semesta mampu menghidupi manusia. Ungkapan rasa syukur yang ada didalam film ini yakni dengan adanya upaya untuk menjalankan ibadah dengan cara yang berbeda-beda seperti uangkapan rasa syukur dengan memberikan persembahan makanan dan uang, mandi di sungai dan memandikan patung dengan susu, sholat, dan pergi ke gereja.
3.      Hubungan manusia dengan manusia lainnya terlihat dalam
·         budaya mengantre. Dalam film PK ini digambarkan budaya antre saat akan memberikan persembahan kepada dewa sebagai wujud rasa syukur dan untuk menjalankan doa.
·         Terlihat pula adanya budaya tolong menolong. Terlihat saat tokoh utama bernama  PK ini membantu seorang kakek-kakek yang berbohong demi sang  istri yang sedang berulang tahun. kakek mengajak sang istri makan direstoran yang mahal tetapi uang yang dibawanya kurang dan kakek terpaksa berbohong dan PK memberikan uang yang dimilikinya untuk menolong sang kakek. Tolong menolong dalam film ini juga terlihat dari PK memberitahu orang-orang untuk tidak percaya kepada pendeta karena yang dilakukan dan dikatakan pendeta tersebut salah, karena pemuka agama tersebut hanya memanfaatkan agama untuk mendapatkan keuntungan pribadinya.
·         Toleransi, dalam film ini menagajarkan kita sebagai umat manusia harus menghargai segala perbedaan yang ada mulai dari agama yang digambarkan dengan adaya berbagai agama baik islam, Kristen, katholik, budha, dan hindu yang digambarkan dalam film tersebut. Dari segi bahasa digambarkan dengan PK yang awalnya tidak dapat berbicara lalu dia dapat berbicara dengan cara mendownload dengan memegang tangan seorang perempuan selama 6 jam agar dapat berbicara. Jadi, dalam film ini mengajarkan agar tidak adanya lagi perdebatan mengenai agama, asal, warna kulit, dan bahasa yang digunakan.
4.      Hubungan manusia dengan diri sendiri yakni terlihat budaya merubah nasib. Terlihat bahwa dia ingin berjuang untuk menemukan remot kontrolnya (kalung) yang hilang dicuri orang. Selain itu, adanya upaya untuk memperbaiki diri sendiri untuk kebaikan dalam hubungan dengan sesama yang lain. Hal ini terlihat bahwa Ayah Jaggu akhirnya dapat menerima hubungan Jaggu dengan sang kekasih. Selain itu, adanya perbaikan hubungan dari Jaggu dan kekasihnya dengan adanya penjelasan mengenai kejadian yang sebenarnya terjadi sehingga tidak adanya lagi salah paham.
5.      Hubungan manusia dengan masyarakat terlihat dengan adanya upaya bertanggung jawab yang terlihat dari usaha untuk memperbaiki keadaan yang terjadi, untuk menyatukan kembali jaggu dan sang ayah. Selain itu, upaya tanggungjawab juga terjadi dalam penggambaran cerita yakni seorang lelaki yang bertanggungjawab  karena telah menabrak PK dengan membawanya berobat kepada seorang dokter dan merawatnya dirumah dengan pemberian makanan dan tempat tinggal sampai dia kembali normal. Adapula upaya untuk meluruskan kembali pemikiran masyarakat mengenai tuhan yang sebenarnya dan tuhan yang palsu. Selain itu, upaya untuk hidup dengan bekerjasama dalam hal kebaikan. Di dalam film ini digambarkan dengan adanya kerjasama antara Jaggu dengan PK beserta dengan pihak stasiun televise untuk membuka pandangan masyarakat menegenai Tuhan yang sebenarnya.
Selain itu, dalam film ini juga mengajarkan kebaikan yang dapat kita ambi hikmah lainnya yakni:
1.      Tidak mengambil hak orang lain
2.      Berkeyakinan yang benar pada tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta
3.      Menagajarkan untuk kita memiliki pemikiran yang terbuka, dengan adanya perbaikan moral dan religi
4.      Mengajarkan bahwa seluruh manusia sama dan setara dan tidak memandang kaya ataupun miskin
5.      Mengajarkan untuk menghargai segala perbedaan yang ada dari setiap orang
6.      Mengajarkan untuk tidak menilai orang dari penampilannya karena bisa saja penampilan dapat menipumu
7.      Mengajarkan untuk senantiasa berkata jujur dan tidak berbohong
8.      Mengingatkan kita untuk tidak mengikuti adanya budaya suap menyuap yang ada
Dalam film ini mengajarkan bahwa sebenarnya Tuhan itu hanya satu tetapi manusia sendiri yang membeda-bedakannya dengan cara peribadatan dan aturannya sendiri yang berbeda-beda pula yang dikenal dalam film tersebut dengan nama manajerial dalam beribadah yang dikatakan “salah sambung” karena menyebabkan tuhan menjadi ada 2 yakni tuhan yang menciptakan alam semesta dan tuhan yang palsu yang diciptakan para pemuka agama untuk memeperoleh keuntungannya pribadi. Sebagai sebuah film tidak hanya dapat dinikmati secara kasat mata tetapi juga harus memiliki nilai-nilai yang terkandung didalamnya yang dapat dipetik untuk dijadikan pembelajaran dan menambah pemahaman mengenai suatu hal. Salah satunya adalah nilai budaya yang terkandung didalamnya.

Komentar